Papeda, Bring Back Memory Ke Zaman Sekolah

Jajanan makanan memang membuat Anda mengingat kembali saat-saat sekolah dulu, setiap jam istirahat atau saat jam pulang sekolah selalu mampir ke depan gerbang sekolah untuk membeli suatu jajanan makanan terlebih dahulu. Jika Anda ingin mencoba mengingat masa-masa itu lagi, Anda dapat membeli jajanan makanan depan sekolah. Meskipun sekarang sudah bukan jamannya lagi Anda bersekolah, tetapi makanan tersebut biasanya hanya ada di sekitaran sekolah. Jika Anda sangat menyukai jajanan, Anda harus mencoba jajanan makanan Papeda. Papeda ini merupakan makanan dari Maluku dan Papua yang sekarang ini sudah mulai merambah ke daerah-daerah lain seperti daerah Jawa.

Papeda atau bubur sagu ini dibuat tentunya dari tepung sagu. Biasanya untuk pembuatan papeda ini masyarakat pedalaman Papua atau Maluku membuatnya dengan cara menokok batang sagu. Pohon untuk sagu dipilih yang sangat bagus, yaitu yang berumur antara tiga sampai lima tahun. Setelah mendapat pohon yang bagus, kemudian pohon tersebut dipotong pokoknya, lalu diperas bonggolnya sampai keluar sari patinya. Setelah sari patinya keluar maka akan diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu ini disimpan didalam suatu alat yang disebut dengan tumang. Jika di daerah asalnya, Maluku dan Papua, papeda ini disantap dengan kuah kuning yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara kemudian dibumbui kunyit dan jeruk nipis.

Tetapi berbeda ceritanya jika papeda yang ada di gerobak jajan depan gerbang sekolahan. Papeda ini memang persis terbuat dari tepung sagu, tetapi disantap tidak dengan  kuah kuning, melainkan dengan saus dan kecap. Papeda yang digoreng bersama dengan telur puyuh ini digulung, kemudian disajikan dengan saus dan kecap, ada juga yang ditambahkan dengan kacang pedas. Jajanan ini cukup banyak diminati oleh anak-anak, tidak heran setiap harinya penjual papeda ini habis dalam waktu yang cepat. Jika Anda ingin mencoba papeda lagi, Anda bisa menemuinya persis di daerah jajanan anak-anak sekolahan karena target utama para pedagang ini adalah anak sekolah.