Sayur Asem H. Matalih yang Asli Betawi

Sayur Asem! Yap, hidangan nusantara yang satu ini pasti dikenal semua kalangan. Keragaman versi dari masing-masing daerah mempunyai keunikan taste  dan style  yang berbeda-beda.  Tentunya, Jakarta juga memiliki identitas pribadi untuk urusan per-sayur asem-an dong  😀 mulai dari yang bening, kemerahan bahkan yang cenderung kuning juga ada. Kali ini saya akan mengajak anda untuk icip Sayur Asem H. Matalih yang asli Betawi dan tersohor.

Terletak di pinggiran Jakarta,  persisnya ada di Jl. Raya Joglo, Gg. Sayur Asem, Jakarta Barat. Posisinya berbatasan antara Joglo dan Ciledug (Tangerang) nih. Agak Sulit untuk menemukan tempat Sayur Asem ini karena tanpa plang atau papan nama apapun. Tapi kalau kita cari posisi Gg. Sayur Asem pasti ketemu posisi Sayur Asem H. Matalih juga kok, kabarnya penggunaan nama Gg. Sayur Asem yang posisinya persis di samping Sayur Asem H. Matalih ini didapat dari tempat makan yang sudah melegenda ini.

Gaya rumah Kebaya versi modern begitu kental terasa di tempat makan ini. Penampakannya  berupa rumah adat Betawi dengan lantai yang dibiarkan tanpa keramik melainkan hanya tanah. Ragam masakan yang ditawarkan merupakan masakan rumahan ala Betawi. Ada Sayur Asem, Ayam Goreng, Pepes, Ikan Goreng, Bakwan Udang, Ikan Asin dan Tahu Tempe Goreng. Menu-menu tadi sudah dipajang di etalase, jadi hanya menunjuk pilihan kita dan menu yang dipilih siap diantar ke meja.

Tentunya  mencoba Sayur Asem, nggak ketinggalan Ikan Asin, Ikan Goreng, Pepes dan Bakwan Udang menjadi pelengkapnya, eits !Tunggu dulu, masih ada si elemen terpenting nih sambalnya.

Jadi Sayur Asem Betawi di Warung H. Matalih ini adalah yang versi bening. Untuk isiannya, Sayur Asem H. Matalih menggunakan kacang panjang, jagung, daun melinjo, nangka muda dan terung bulat. Untuk rasa, Sayur Asem-nya memiliki sedikit taste asam tanpa manis yang dilatarbelakangi asin. Penambahan Sambal ke dalamnya, lumayan membantu memperkaya rasa.

Untuk Ikan Goreng, yang digunakan adalah Ikan Mas. Dan Ikan Goreng ini tergolong minim bumbu. Sedangkan Ikan Asin-nya,  Ikan Gabus lah yang dipakai, potongannya besar dan tebal. Sementara Pepes Teri, tidak terlalu minim bumbu. Pepes-nya tergolong lumayanlah Dan untuk Bakwan Udang-nya, not bad!

Nah untuk Sambal adalah Sambal ulek yang warnanya cenderung pucat kehijauan.Tidak terasa terasi atau pun rasa manis, cenderung asin. Pedasnya juga standar, penambahan kecap manis pada sambalnya membantu memperbaiki rasa. Nah, sambal di sini kurang nendang rasanya.

Untuk harga, seporsi Sayur Asem dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, IDR 5 ribu/porsi dan untuk lauk pauk yang saya pesan di atas semuanya dipatok rata, IDR 7500/pcs

Overall, Sayur Asem versi Betawi yang saya icip di warung H.Matalih ini memang secara visual tidak semenarik Sayur Asem dari daerah lain seperti Jawa dan Sunda. Tapi itu lah kekayaan kuliner Nusantara yang beragam, jenis masakan yang sama berasal dari daerah yang berbeda, maka akan memiliki versi dan keunikan masing-masing. Info Kuliner Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>