Sensasi Bersantap Makanan Korea di Han Gang

Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Senopati terkenal sebagai pusat restaurant Korea. Ada begitu banyak restaurant Korea yang tersebar di sepanjang jalan. Karena letak kantor saya yang berada di pusat restaurant Korea ini, kurang afdol rasanya kalau saya belum pernah mencicipi hidangan khas dari negeri gingseng. Akhirnya kemarin saat makan siang, saya bersama rekan-rekan kantor saya pergi ke restaurant Korea yang terdekat dari kantor kami, Han Gang.

Restaurant Han Gang Wolter Monginsidi terletak di lt. 2 sebuah show room mobil, jadi pengunjung harus naik lift atau tangga dulu sebelum akhirnya memasuki restaurant. Suasana restaurantnya asik dan tenang dengan beragam pilihan tempat duduk. Karena sok-sok an ingin makan ala Korea, kami pun memilih tempat duduk yang sepintas terlihat seperti lesehan khas Korea (walaupun sebenarnya bawahnya bolong sehingga kami tidak perlu menekuk kaki melainkan duduk seperti biasa)

Begitu duduk dan memesan makanan, tidak lama kemudian salah satu waitress akan datang membawa tray yang berisi 10 macam hidangan pembuka atau yang dikenal dengan nama “Banchan” yang disajikan secara gratis kepada tiap pengunjung. Inilah yang membedakan restaurant Korea dengan restaurant lain.

Dari grup banchan ini yang paling saya suka adalah salad sayuran yang berada di paling pojok. Terdiri dari irisan paprika, lettuce dan bawang bombay yang disiram dressing thousand island, tidak istimewa memang, tapi segarnya bahan baku yang digunakan lah yang pada akhirnya membuat hidangan ini menjadi favorite saya. Sigumchi Namul (bayam yang direbus dan dicampur dengan saus tiram, minyak wijen serta butiran wijen) di sebelahnya pun enak. Kalau Sookju Namul (tumisan tauge) di sebelah Sigumchi Namul merupakan salah satu jenis banchan populer di Korea karena mudah dibuat. Rasanya pun familiar dengan lidah orang Indonesia.

Kalau dari grup yang ini Milssam (Korean Pancake Wrap) yang berupa adonan pancake yang dibungkus helaian daun bayam lalu digoreng adalah favourite saya dan teman-teman. Renyah di luar dan lembut di dalam. Endeus! Kalau Kimchi nya……saya tidak suka, baunya seperti kaos kaki basah yang lupa dijemur dan rasanya asam menyengat di lidah (norak) Sementara Myeolchi Bokkeum (ikan teri di sebelah baby potatoes) rasanya renyah dan sedikit manis.

 Dolsot Yache Bibimbap Rp 58.000,-

Bibimbap secara harafiah berarti “nasi campur”. Masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan saus pedas gochujang (pasta cabai yang terbuat dari bahan utama beras ketan dan bubuk cabai yang difermentasikan), sayur-sayuran, daging sapi dan telur di atasnya. Sedangkan Dolsot Bibimbap adalah Bibimbap yang dihidangkan dalam mangkuk dari batu yang sudah dipanaskan. Han Gang menyediakan 5 variasi Dolsot Bibimbap dengan pelengkap daging sapi, hingga cumi. Dan di tempat ini, saus pedas gochujang nya selalu dipisah, sehingga pengunjung dapat meramu sendiri rasa Dolsot Bibimbap mereka sesuai selera. Sebelum dimakan nasi, saus dan lauk harus diaduk terlebih dahulu menjadi satu di dalam mangkuk batu yang panas.

Rasanya? Antara asam, manis dan pedas. Susah menjelaskannya dengan kata-kata hehe…rasanya cukup familiar dengan lidah masyarakat Indonesia, karena agak sedikit seperti nasi goreng namun dengan intensitas bumbu yang lebih tebal dan nasi yang kelat seperti ketan. Porsinya menurut saya dan teman-teman, terlalu banyak sehingga lama-lama kami bosan memakannya.

 Dolsot Ojinggo Bibimbap Rp 58.000,-

Tidak berbeda dengan Dolsot Yache Bibimbap, namun jika Yache menggunakan irisan daging sapi dan telur, Ojinggo Bibimbap menggunakan irisan cumi-cumi serta irisan lettuce sebagai toppingnya. Rasanya sedikit lebih manis dibandingkan Dolsot Yache Bibimbap.

 Green Tea Latte Rp 28.000,-

Minuman di Han Gang berkisar antara Rp 15.000,- hingga Rp 80.000,- dan pilihan saya jatuh pada (lagi-lagi) Green Tea Latte. Agak salah memang karena perut ini rasanya sudah full setelah melahap Dolsot Yache Bibimbap. Tapi rasa Green Tea Latte di Han Gang ENAK!! Saya pribadi lebih menyukai Green Tea Latte disini ketimbang di Starbucks.

Pengalaman pertama menyantap makanan Korea lumayan berkesan untuk saya dan teman-teman. Tapi pengalamannya, bukan rasanya. Karena kalau untuk masalah rasa seperti nya kurang cocok dengan lidah saya. Ditambah lagi harganya cukup pricey dengan rasa yang “begitu-begitu” saja. Cukup sekali saja. Info Kuliner Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>