Birthday Lunch at Tin Pan Alley

Tanggal 17 Mei kemarin saya resmi bertambah umur dan untuk memperingati moment tersebut, saya bersama keluarga makan siang bersama di Tin Pan Alley. Salah satu restaurant berkonsep American Bistro yang memang ingin saya coba sejak lama. Tin Pan Alley terletak di Thamrin Nine Podium, UOB Lobby. Aura modern vintage ala Amerika di tahun 1940-an sudah terlihat sejak pengunjung tiba di pintu masuk. Pernak-pernik vintage disana-sini, dinding yang terbuat dari bata, kursi dengan sabuk besar layaknya kursi restaurant di kereta serta langit-langit yang berkonsep unfinished membuat nuansa American modern vintage nya semakin terasa.

Sayang sekali, suasana restaurant yang sangat oke ini tidak diimbangi dengan service yang oke juga. Waitress nya menurut saya tidak ramah serta terkesan jutek dan pelayanannya juga lumayan lama. Padahal saat itu pengunjung restaurant tidak terlalu ramai.

Appetizer: Grande Nachos Rp 49.000,-

Karena memiliki tanda “recommended” saya memesan menu ini sebagai makanan pembuka. Seperti yang tertulis di buku menu, menu ini terdiri dari beberapa keping tortilla chips yang ditaburi robekan daun lettuce, homemade cheese sauce, chilli con carne, fresh tomato salsa, dan scallions serta dilengkapi dengan jalapeno dan sour cream di bagian atasnya. Rasanya so-so. Sour cream nya agak sedikit mendominasi dan cream cheese nya kurang terasa. Bahkan menurut saya lebih enak nachos seharga $3 yang saya beli di gerai makanan Universal Studio Singapore ketimbang Grande Nachos ini (personal opinion yaa hehe…)

Appetizer: Deep-Fried Calamari Rp 45.000,-

Selain Grande Nachos, saya juga memesan Deep-Fried Calamari sebagai appetizer. Walaupun datang dalam porsi yang kecil dan sedikit, tapi saya sangat menyukai menu yang satu ini! Daging cumi nya tidak alot, adonan luarnya crunchy dan homemade tartar sauce nya memiliki tingkat  kesegaran yang pas serta tidak terasa terlalu berat di lidah.

Main: Aloha Burger Rp 59.000,-

Menu lain yang bertanda “recommended” di Tin Pan Alley ini dipilih oleh Bapak saya, terdiri dari burger istimewa dengan crisp potato chip crumble, keju cheddar, lettuce, tomat, mayonnaise dan yang bikin beda: sauce nanas! Yup, dengan tekstur yang tidak terlalu halus layaknya selai nanas. Rasa manis dari sauce nanas inilah yang memberi kesan berbeda terhadap burger yang satu ini. Tapi secara keseluruhan rasanya enak. Dagingnya juicy dan lembut. Coleslaw (simple salad dengan dressing sederhana) nya juga segar.

Main: Pork Tenderloin Burger Rp 69.000,-

Berbeda dari Aloha Burger yang menggunakan daging sapi, sesuai namanya; Pork Tenderloin Burger menggunakan daging babi yang digoreng bersama lapisan tepung dan cornflakes. Bagian atas dagingnya dilapisi emmental cheese lalu diguyur dengan selai cranberry homemade. Untuk rasa dagingnya sendiri menurut saya enak, tapi penggunaan selai cranberry di burger ini is a big turn off for me nd Mr. R. Rasa selai cranberry yang terlalu manis di potongan daging berlapis keju yang sebenarnya terdengar enak, entah kenapa tidak matching dengan selera lidah saya.

Main: Spaghetti Aglio Olio  Rp 49.000,- with chicken add Rp 10.000,-

The simplest is often the best. Ungkapan itu layak disandang menu pesanan adik laki-laki saya ini. Hadir sederhana dengan tambahan potongan daging ayam Spaghetti Aglio Olio ini menjadi menu favourite keluarga saya dari semua menu utama yang disajikan. Kontur pasta nya al dente, dan rasa bumbunya pas dengan sensasi sedikit pedas. Daging ayamnya pun lembut dan tidak over-cooked. Nilai 8 dari 10.

Main: Grandma’s Fried Chicken Dinner Rp 75.000,-

Kalau yang satu ini pesanan Ibu saya. Ayam tanpa tulang super juicy yang digoreng tepung lalu diguyur saus jamur dan disajikan bersama mashed potato serta sayuran. Daging ayamnya tanpa tulang serta terasa empuk. Saus jamurnya enak dan terasa menyatu saat dimakan bersama mashed potato serta daging ayamnya. Porsinya yang cukup besar membuat menu yang satu ini sebenarnya bisa dinikmati oleh 2 orang.

Main: Mushroom-Stuffed Chicken Breast with White Butter Sauce Rp 69.000,-

Pesanan saya ini datang paling terakhir. Sama seperti Grandma’s Fried Chicken Dinner, menu ini disajikan bersama mashed potato dan sayuran tumis. Dagingnya sendiri merupakan daging ayam bagian dada yang diisi dengan campuran bayam, jamur serta cream cheese dilengkapi dengan siraman saus putih dengan rasa khas butter.

Dessert: Apple Crumble Pie Rp 35.000,-

Sebagai penutup, saya putuskan untuk memesan best dessert di tempat ini: Apple Crumble Pie! Sebenarnya Tin Pan Alley mempunyai menu dessert baru, yaitu Red Velvet Cake, tapi saya sedang bosan dengan cake happening yang satu itu sehingga memutuskan untuk memesan Apple Crumble Pie. Pilihan saya tidak salah. Apple Crumble Pie di Tin Pan Alley memiliki layer potongan buah apel yang crunchy tapi soft. Pie nya yang basah terasa a little bit sticky di langit-langit mulut, tapi meninggalkan after-taste yang enak, manis-manis asam.

Untuk minumnya, saya dan Mr. R kompak memilih Lychee Tea Rp 25.000,- sementara Ibu dan Bapak saya memesan Fresh Orange Rp 25.000,- dan adik saya memesan Milkshake Chocolate Rp 32.000,- Dari 3 jenis minuman ini, yang paling berkesan adalah Lychee Tea pesanan saya, menurut saya Lychee Tea di tempat ini adalah Lychee Tea paling enak yang pernah saya minum (so far) buah lychee nya sangat generous sehingga rasa lychee nya benar-benar muncul dan membaur sempurna dengan tehnya.

Kesimpulannya, Tin Pan Alley memiliki konsep yang kuat sebagai American Bistro. Makanan dan minumannya pun not bad, apalagi pastanya. Info Kuliner Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>